kadar-hidrogen-di-atmosfer-bumi-naik-60-persen
Kadar hidrogen di
atmosfer disebut telah naik sekitar 60 persen sejak sebelum era industri. Hal tersebut menekankan dampak bahan bakar fosil terhadap lingkungan.
Hidrogen sesungguhnya tidak memerangkap panas layaknya karbon dioksida, tapi gas ini memengaruhi reaksi kimia yang mengatur gas rumah kaca lainnya. Akibatnya, bumi menjadi lebih hangat.
Berdasarkan data terbaru yang mencakup satu abad, gas ini mengalami perubahan drastis yang mempengaruhi mitigasi krisis iklim, dilansir dari Earth.com, Sabtu (14/3/2026).
Para ilmuwan telah menyusun linimasa jangka panjang tentang hidrogen di atmosfer bumi, yang membentang hingga 1.100 tahun.
Kurva tersebut meningkat dari sekitar 280 bagian per miliar pada awal tahun 1800-an menjadi sekitar 530 bagian per miliar saat ini.
Kadar hidrogen di atmosfer naik 60 persen Dilakukan di lapisan es Greenland Hidrogen tergolong gas yang aktif, dengan catatan historis yang tidak lengkap hingga saat ini. Gas tersebut menguap dari sampel es dalam perjalanan panjang dari lokasi pengeboran di kutub ke laboratorium.
Dilakukan di lapisan es Greenland
Hidrogen tergolong gas yang aktif, dengan catatan historis yang tidak lengkap hingga saat ini. Gas tersebut menguap dari sampel es dalam perjalanan panjang dari lokasi pengeboran di kutub ke laboratorium
Untuk mengatasi masalah kebocoran dalam pengukuran, para peneliti membawa instrumen mereka ke atas lapisan es Greenland dan menganalisis hidrogen segera setelah pengeboran.
Setelah mengebor sampel di atas es, para peneliti dengan cepat membersihkan dan menyegelnya di dalam ruang peleburan sehingga analisis dapat dilakukan di tempat.
Selama Zaman Es Kecil dari abad ke-16 hingga ke-19, hidrogen turun sekitar 16 persen. Dampak kebakaran hutan tidak sepenuhnya menjelaskan penurunan itu.
Pengaruh hidrogen terhadap iklim bersifat tidak langsung. Di udara, hidrogen bersaing dengan metana untuk bereaksi dengan radikal hidroksil, agen pembersih alami atmosfer.
Kadar hidrogen yang lebih tinggi di atmosfer mengurangi jumlah hidroksil untuk menguraikan metana, yang memungkinkan pengaruh pemanasan metana berlangsung semakin lama.
Manfaat Hidrogen
Saat ini, konsentrasi hidrogen di atmosfer sekitar setengah bagian per juta. Menurut perkiraan, kondisi itu menunjukkan adanya kontribusi sekitar dua persen terhadap pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Peningkatan penggunaan hidrogen pasca-industri selaras dengan era pembakaran fosil. Knalpot, cerobong asap, dan kebakaran mengeluarkan sedikit hidrogen.
Keberlimpahan hidrogen di atmosfer perlu dikurangi dengan dimanfaatkan secara ekonomi. Hidrogen hijau, yang bisa menggantikan bahan bakar fosil di sektor-sektor yang sulit untuk dialiri listrik, meningkatkan permintaannya sekaligus mengurangi terlepasnya gas itu ke atmosfer.

